Dinas Pertanian Melayani dan Menjadi Mitra
Jl. Menur No. 27 Salatiga - (0298) 325572

ANTISIPASI GLONGGONGAN DENGAN MEMASARKAN PRODUK HALAL

Distan – Dinas Pertanian Kota Salatiga khususnya Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kota Salatiga dengan menggandeng MUI kota Salatiga adakan kegiatan sosialisasi penerapan penggunaan label daging halal, Kamis (02/05).

Acara ini dihadiri ormas seperti, muslimat, Aisyiyah KPI, MUI, paguyuban penjual daging sapi, LSM, maupun kelompok lainnya dengan narasumber tunggal dari MUI.

Kemasan dan tujuan acara ini oleh Kepala Dinas Pertanian Kota Salatiga, Ir. Musta’in, M.Si ditandaskan bukan dimaksudkan untuk persaingan dagang, tetapi kewajiban pemerintah dalam upaya melindungi konsumen terhadap daging sapi di Pasar Kota Salatiga.

Hal ini diamini juga oleh kepala UPTD Rumah Potong Hewan Sutikno,SE dan sekaligus ditegaskan bahwa RPH Salatiga tidak akan dan tidak pernah memotong sapi glonggongan maupun setengah glonggongan, lagi pula tempat penyembelihannya higenis, memenuhi unsur prikebinatangan karena sapi yang akan disembelih jatuhnya lembut dan tempat penyembelihan antara sapi dan babi terpisah jauh yang tidak subhat terjadi mutanajis. Inilah beberapa indikator bahwa RPH kota Salatiga telah mendapatkan predikat juara ke 2 se Jawa Tengah. Di samping itu memang RPH kota salatiga aktif dalam upaya mempertahankan sertifikat halal, dan aktif membina pedagang daging sapi, dan ormas Islam khususnya pada waktu hari raya kurban selalu adakan sosialisasi penyembelih sapi yang halal dan higenis dan tidak menyiksa hewan lantaran blm mahir menjatuhkan sapi ketika mau disembelih. Itulah sebannya RPH Juga membuka seluas-luasnya kepada para takmir maupun yang mau berkorban uutuk disembelihkan di RPH yang gratis retribusi, sehingga masyarakat tinggal membagi dagingnya ke yang berhak menerima baik berupa sadaqah maupun hadiah.

Nah, terkait bulan ramadhan dan idul fitri biasa permintaan daging sapi meningkat, dan biasanya daging glonggongan masuk pasar berlipat, dimana Dinas Pertanian belum bisa melarang daging glonggongan masuk pasar krn belum ada aturan Perwali nya. Maka sebagai bentuk komitmen pemerimtah melindungi konsumen mereka harus kreatif bagaimana para pembeli dan penjual terhindar dari taawun alal ismi wal udwan.

Salah satu cara yang ditempuh oleh Dinas Pertanian di samping selalu mengadakan opersai pasar baik secara mandiri maupum gabungan Polres, Satpol PP, Dinas Kesehatan, MUI maupun lainnya yang terkait, menjelang ramadhan ini diprogramkan penjual penjual daging sapi yang penyembelihannya di RPH tempat bakulan/lapak diberi pamflet/reklame tempat penjualan daging sapi halal berlabelkan sertifikat halal dari MUI . RPH Kota Salatiga memang telah memilki sertifikat halal, dan daging sapi yang masuk ke pasar salatiga bukan hanya dari RPH Salatiga saja tetapi dari RPH lain yang belum jelas pemilikan sertifikat halalnya, bahkan ada yang dari daerah jauh dari salatiga yang sering memasukkan daging glonggongan. Perlu dipahami juga bahwa pedagang pasar Salatiga dibanding orang salatiga dengan orang luar salatiga lebih banyak yang dari luar salatiga.
Berdasarkan uu no 08/1999 tentang perlindungan konsumen ayat 1, bahwa perlindungan konsumen adalah segala upaya yang menjamin adanya kepastian hukum untuk memberi perlindungan kepada konsumen.
Dalam pada itu dimaksudkan perlindungan konsumen adalah:

  1. Meningkatkan kesadaran, kemampuan dan kemandirian konsumen untuk melindungi diri.
  2. Mengangkat harkat dan martabat konsumen menghindarkan akses negatif pemakaian barang.
  3. Meningkatkan pemberdayaan konsumen yang mengarah pada kepastian hukum dan keterbukaan informasi.
  4. Meningkatkan pemberdayaan konsumen dalam memilih dan menentukan serta menuntut hak-hak sebagai konsumen.
  5. Menumbuhkan kesadaran pelaku usaha terhadap pentingnya perlindungan konsumen sehingga tumbuh sikap jujur dan bertanggung jawab.
  6. Meningkatkan kualitas barang kesehatan, kenyamanan, keamanan dan keselamatan.
    Oleh dinas pertanian disingkat ASUH, yaitu aman, sehat, utuh halal.
    Penekanan halal ini sebagai bentuk implementasi UU No 33/2014 tentan Jaminan Produk Halal di mana baik produk dalam negeri maupun luar negeri diharuskan ada label halal.
    Untuk itu para pedagang daging sapi sebagai ujung tombak program ini pada awalnya di samping diberi spanduk juga diberikan secara gratis bungkus plastik berlabelkan halal yang dicetak oleh dinas. Dan Dinas Pertanian dalam mencetak plastik ini telah dikerjasamakan bahwa siapa saja yang pesan plastik semacam ini hendaknya tidak dilayani kecuali ada ijin dari Dinas Pertanian. Lagi pula diwanti wanti agar para pedagang tidak memberikan plastik ini kepada pihak lain, kecuali pada jaringannya yang sapinya disembih di RPH Kota Salatiga.

Ketika bungkus plastik habis, para pedagang bekerjasa dengan Dinas Pertanian untuk mencetak kembali dan tidak dibenarkan mencetak sendiri.
Inilah salah satu contoh komitmen Dinas Pertanian dalam upaya melidungi penjual dan konsumen dari kesehatan, kenyamanan, keamanan, keselamatan dan kehalalan. Yang diungkapkan dengan kata: ASUH.
Saifudin Z

50 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

You may also like...

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *