Gerakan Pengendalian Hama Bersama Petani

Salatiga – Dinas Pertanian Salatiga bersama petani melaksanakan gerakan pengendalian hama pengganggu tumbuhan padi di Kelurahan Kauman Kidul. Dalam (Gerdal) gerakan pengendalian hama ini juga melibatkan Kepala Dinas pertanian, Petugas Penyuluh Lapangan (PPL), dan kelompok tani setempat. Selain itu hadir dari petugas Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) serta petugas POPT Salatiga. Jum’at (05/06/2020)

Continue reading “Gerakan Pengendalian Hama Bersama Petani”

 736 total views,  12 views today

Ada atau Tidak Ada Petugas, Protokol Kesehatan Harus Dilaksanakan

Ada atau tidak adanya petugas yang mengawasi, para pedagang dan pembeli di pasar Kota Salatiga diharapkan untuk selalu melaksanakan protokol kesehatan seperti menjaga menjaga jarak individu (physical distancing), rajin mencuci tangan menggunakan sabun di air mengalir dan selalu mengenakan masker.

Continue reading “Ada atau Tidak Ada Petugas, Protokol Kesehatan Harus Dilaksanakan”

 175 total views,  11 views today

Dinas Kesehatan Gelar Simulasi Penanganan COVID-19

Merasa dirinya berada dalam masa karantina, seorang laki-laki calon penghuni Rumah Singgah Sehat (RSS) komplek Gedung LP3S di Jl. Sukarno Hatta Kota Salatiga menuntut petugas kesehatan untuk memenuhi kebutuhan gizinya. Selama 14 hari dikarantina, calon penghuni  RSS yang baru saja turun dari bis AKAP tersebut menuntut buah-buahan, air mineral galon, minuman suplemen dan nasi dan lauk. Ia juga berkilah, di tempatnya bekerja sebagai buruh di ibu kota, kebutuhan makannya banyak, sehingga tidak cukup jika hanya disediakan nasi kotak.

Continue reading “Dinas Kesehatan Gelar Simulasi Penanganan COVID-19”

 175 total views,  11 views today

Sosialisasi Pembibitan dan Perawatan Ternak Tahun 2020

Distan – Selasa-Rabu 10-11 Maret telah dilaksanakan Sosialisasi Pembibitan dan Perawatan Ternak Tahun 2020. Bertempat di Rumah Bapak Yusup Belon, Kumpulrejo, Argomulyo (10/3) dan rumah Bapak Dasim Randuares, Kumpulrejo, Argomulyo (11/3).

Para peserta yaitu dari Kelompok Tani Ngudi Makmur dari Belon, Kelompok Tani Ngudi Makmur Randuares, dan Kelompok Tani Jati Makmur Randuares.

Acara dimulai dengan sambutan dari Kasi Peternakan Dinas Pertanian Kota Salatiga Hardini, S.Pt yang membuka acara dengan mengucapkan terimakasih atas kehadiran para peserta dan review kondisi sapi sekarang di kelompok tani tersebut.

Disampaikan pula oleh Hardini, S.Pt asuransi usaha tani bagi peternak untuk bisa ikut. Asuransi tersebut untuk sapi betina yang produktif bukan anak sapi/pedet. Premi yang harus dibayar sebesar 200 ribu dan dari pemerintah mensubsidi sebesar 160 ribu, jadi hanya membayar 40 ribu saja tutur Hardini, S.Pt.

Apabila sapi mati ada surat visum mati yang wajar (misal sakit diobati), apabila potong paksa harus diketahui petugas teknis dinas. Dengan asuransi tersebut peternak mendapatkan pengganti sebesar 10 juta dengan catatan harus dibelikan sapi yang baru dengan kondisi fisik dan umur yang sesuai.

Materi untuk pembibitan dan perawatan ternak disampaikan oleh drh. Christina Susilaningsih dan drh. Meta Iqomah. Dalam hal ini disampaikan “Mencegah lebih baik daripada mengobati “.

Tujuan dari dari Pembibitan supaya dapat menghasilkan keturunan sapi perah yang ideal, kuantitas susu tinggi, tiap tahun beranak, dan memberikan keuntungan. Perawatan bertujuan untuk ternak sehat, sebagai tindak pencegahan, kualitas susu baik, tiap tahun beranak, dan menekan biaya pengobatan.

Pemberian obat cacing, pemberian vaksinasi, pemberian suplemen, monitoring penyakit, penanganan gangguan reproduksi merupakan awal untuk ternak yang sehat. Tidak lupa higene dan sanitasi dari peternak itu sendiri, ternak dan kandang maupun peralatanya.

Personal/peternak sendiri meliputi kebersihan sebelum dan sesudah pemerahan dan memandikan ternak. Ternak meliputi membersihkan ambing dan test dipping. Kandang dan peralatan meliputi membersihkan kandang dan membersihkan alat perah

Nutrisi yang terdiri dari pakan dan minum juga harus sesuai dengan kebutuhan sapi di saat sapi tersebut dalam fase bunting, laktasi, dara, ataupun pedet. Minumpun juga sama halnya sediakan setiap saat tanpa dibatasi dan sapi laktasi perlu tambahan kebutuhan air minum. Perhitungkan juga untuk Hijauan Pakan Ternak (HPT) dan Konsentratnya.

Materi kedua oleh Penyuluh Pertanian Heriyanto, SST dan Ida Fauziyah, STP, MSi. Disampaikan materi tentang organisasi kelompok tani. Pemahaman bahwa kelompok tani adalah sebagai kelas belajar, konsep utama kelembagaan tani yang terdiri dari petani, kelompok tani, dan gabungan kelompok tani. Harus ada sinergitas juga antara kelompok tani dengan fasilitator di mana fasilitator sendiri adalah penyuluh pertanian. Harapan dari pembinaan kelompok tani ini menjadikan kelompok tani berdaya dan tangguh sehingga dapat meningkatkan kelembagaan ekonomi petani.

 2,423 total views